Postingan

Menampilkan postingan dengan label boo

Boo's Talk: Mancing Ikan

Di dekat rumah Uti ada sebuah rawa, namanya Situ Rawa Besar Lio. Biasanya ada beberapa orang yang memancing di pinggir rawa itu.  Boo: Bu, Bu, ada yang lagi mancing. Bubu: Iya. Boo: Mancing ikan. Bubu: Iya, mancing ikan. Boo: Mancing ikan hiuuuu… Aaaaa…. Di rawa mana ada ikan hiuuuuu.. Bubu: Ikan hiu adanya di laut, bukan di rawa. Boo: Ikan mas kokiii… Aaaaa…. Ikan mas koki juga enggak ada di rawa. Yang ada di rawa situ buaya putih, Boo! Iya, buaya putih! Urban legend orang Depok Satu! Ahahaha…

Boo's Talk: Bebek dan Garuda

Boo lagi sibuk bongkar-bongkar bajunya yang ada di lemari. Tiba-tiba.... Boo: Buuuu, bebek bebek, buu... Bubu: Mana? Boo: Niiihh... (sambil menunjuk gambar di kaos timnas sepakbolanya). Bubu: Hoalah Booo. Itu bukan bebek, itu gambar burung garuda. Boo: Da... da.. Bubu: Iyaa, garuda bukan bebek. Boo: Bebek... Bubu: Garuda... Boo: Bebeeeek... Bubu: Garudaaa... Dan kejadian serupa terulang lg saat Boo melihat gambar burung garuda di uang, cover buku PPKn punya omnya, dan lambang salah satu partai. :) *obrolan saat Boo sekitar 20 bulan

Boo's Talk: Boo dan Bubuy Kaccangg

Pagi itu di mobil dalam perjalanan ke rumah mertua dan daycare untuk menitipkan Boo, tiba-tiba aja Boo berkata "bubuy kaccangg...." Hee, saya pun jadi heran banget dibuatnya. Ini bocah gembil dari mana ya tau-taunya ada bubur kacang. Sepanjang perjalanan belum lewat tempat jualan bubur kacang dan kalau lewat pun saya juga enggak pernah bilang ke dia itu tempat jualan bubur kacang. Hoo, iya. Pernah duluuu banget tapi, udah beberapa bulan yang lalu saya ingat Boo pernah ditawarin sama Eyangnya bubur kacang ijo ketan item. Eh, tapi dia enggak suka. Cuma icip sedikit, setelah itu blas nggak mau lagi. Mungkinkah ingatannya tentang bubur kacang yang pernah dia makan itu muncul di kepalanya tiba-tiba? Mungkinkah....? Mungkinkaaah....? :D Pagi berikutnya dan berikutnya dan berikutnya, Boo mengulang hal yang sama. Dia selalu berkata "bubuuyy kacccaaanggg". Nah, disinilah saya baru ngeh! Boo selalu berkata itu setiap melewati pos satpam di depan komplek perumahan kami....

Boo's Talk: Man...Man... BoBoMan

Gara-gara dibeliin baju bergambar Spiderman dan Ultraman, Boo jadi keranjingan sama yang namanya superhero. Saya: Boo pakai baju apa? Boo: Men... men... men... (maksudnya man, spiderman :D Gitu, deh, jawabannya p as lagi pakai kaos Spiderman dan Ultraman kesayangannya itu .   Selain duo Siderman dan Ultraman, dia suka banget kalau lihat superhero lain yang pakai topeng dan kostum ajaib.  Kalau liat gambar superhero apa aja, tangan dan kakinya langsung beraksi. "Siaah...siaaah...siaaah..." Maksudnya "ciat...ciaaaat..ciaaaat..." ya saudara-saudara. Hehehe... Itu saya yang ajarin, sih. Eh, keterusan, deh, dia bergaya macam ambil ancang-ancang mau berantem ala superhero -___- Tapiiii, semua superhero disebutnya dengan panggilan "meeennn."  Lihat gambar Power Rangers disebutnya " men...men...men". Lihat Bima Satria Garuda puuun dibilangnya "men...men...men". Bahkan, lihat gambar karakter-karakter di spanduk yang ada di depan tempat...

Boo's Talk: Boo dan Tempat Sampah

Tempat sampah ternyata bisa jadi barang yang multifungsi. Bukan hanya jadi tempat untuk membuang sampah aja, tapi juga bisa jadi mainan Boo! Boo yang hobi muter-muter rumah, pasti akan bermain-main dengan tempat sampah saat dia lagi ada di dapur. Kalau ada sampah di dalamnya, kayaknya tangannya gatel gitu pengen ngambil itu sampah -____- Berkali-kali saya bilang "itu sampah, kotor Boo, jangan diambil, ya!" Awal-awal enggak ngerti tapi lama-lama dia mulai tahu. Bahkan, saya sekarang seringkali menyuruhnya untuk membuang sampah, seperti tissu ke dalam tempat sampah. Ini sekilas percakapan saya dan Boo saat di ruang tv.   Saya: Boo, ini sampah, nih. Buang di tempat sampah, ya. Boo: Iya. (Langsung mengambil tissu yang saya pegang dan lari-lari kecil ke dapur). Saya: (Ngintipin Boo beneran buang tissu di tempat sampah apa enggak. Eh, bener, loh, tissunya dimasukin ke dalam tempat sampah. Hihihihi...). Asik, nih, sekarang Boo udah bisa disuruh-suruh. Besok-besok mau ny...

Boo's Talk: Tenis dan... Goool!!

Di dalam komplek perumahan kami, ada sebuah lapangan tenis. Setiap melintas di depannya (ada atau tidak ada yang bermain), saya selalu memberitahu Boo kalau itu adalah lapangan tenis, tempat bermain tenis. Boo pun selalu berkata "nis, niis..." saat melewati tempat tersebut. Tapiiii, kali ini beda! Sore sewaktu kami pulang dari menjemput Boo di rumah neneknya dan melintas di lapangan tenis, seperti biasa saya akan bertanya, "Boo itu lapangan apa?" Jawaban yang biasa saya dengar pasti ya itu tadi "  nis, niis..." Namun bukan jawaban itu yang muncul dari mulutnya. Setelah ditanya, Boo malah langsung teriak "goooolllll!!!!" Saya: Lah, Boo, itu mah bukan lapangan sepak bola yang ada golnya. Tapi itu lapangan tenis. Boo: Gooollll!!! Saya: Iya, kalo gol main sepak bola. Kalo tenis mainnya pake raket, terus di smash, backhand, forehand gitu... (Emak2 yg sok tahu istilah tenis padahal belom pernah sekali-kalinya acan maen tenis, huehehe). Boo: G...

Boo's Talk: Babi...babi... ?/!??X!!

"Babi... babi... babi..." Nah, kan, kaget banget enggak, tuh, tiba-tiba anak saya seneng banget bilang "babi" berulang-ulang, berkali-kali. Padahal di usianya yang masih 19 bulan, dia kurang familiar sama binatang yang satu itu. Pernah, sih, pas ada gambar babi saya kasih tahu nama binatang itu apa. Tapi saat itu, dia kurang ngeh. Jadi, pas anak saya sering banget ngomong "babi," saya jadi bertanya-tanya, ini diajarin siapa siiihhh? Suatu hari, saya pun ngobrol sama Umi. Umi itu pemilik daycare, tempat anak saya sehari-hari dititipkan sewaktu saya dan suami bekerja. Nah, dari obrolan itulah saya jadi tahu kenapa Boo suka banget ngomong "babi." Umi: Iya, mba Dita ada temen baru di sini. Namanya Gaby, tapi Birru sukanya manggil babi... babi... Saya: Haaahh. Ya ampun!!! (OMG ??!/!!) Duuuuh, iya sih emang Boo ngomongnya belum lancar. Tapi... tapi... itu nama temennya kasian amat dipanggil jadi babi masaaaa :( Akhirnya, saya pun ngobrol sam...

Boo di Kereta PP Jakarta-Semarang

Pertama kali membawa anak saya, Birru aka Boo, bepergian lumayan jauh yaitu saat umurnya mencapai 10 bulan. Kala itu saya, Boo dan tentu saja ayahnya melakukan trip dari Jakarta ke Semarang menggunakan kereta api.  Kenapa bukan pesawat yang waktu tempuhnya lebih sebentar? Saya sepertinya belum pede membawa Boo yang belum satu tahun naik pesawat (padahal, sih, itu bukan masalah ya hehehe...). Selain itu, saya juga kangen naik "kereta Jawa" :D Lagipula waktu 7 jam di perjalanan sepertinya akan bisa dilalui dengan mudah. Benarkah demikian? Sepanjang perjalanan PP sebenarnya enggak ada masalah yang berarti. Hanya pas pulangnya aja, Boo tiba-tiba pupup padahal sebentar lagi mau sampai Gambir. Jadi, rada ditahan enggak segera ganti popok. Hehehe... Maaf, ya, sodara-sodara segerbong kereta yang nyium-nyium bau tak sedap :p Boo juga enggak bisa diam. Saat berangkat, dia senang sekali di belakang kami ada ibu dan anak perempuannya yang baru beranjak remaja. Baru kenal, Boo langsun...

Breast Shells, Penampung ASI

Gambar
  Apa, sih, breast shells itu? Awalnya saya juga enggak tahu. Saya tahunya hanya breastpump aja. :) Sebelum melahirkan, saya coba untuk lebih mengenal proses menyusui dengan segala permasalahannya, termasuk peralatan yang digunakan. Setelah mendapat cerita dari seorang teman yang sudah lebih dahulu melalui proses itu, saya baru tahu ada yang namanya breast shells .  Breast shells ini semacam penampung ASI yang bisa ditempelkan di payudara. Apa enggak akan jatuh? Enggak, kok, kan sudah terganjal oleh cup bra. :)  Nah, breast shells ini ternyata juga pentiiiiing sekali untuk ibu-ibu yang lagi menyetok ASIP. Apalagi kalau tidak memiliki dual breastpump yang bisa memompa di dua payudara sekaligus. Dengan adanya breast shells ini, saat payudara kanan sedang dipompa, pasanglah di payudara sebelah kiri. Atau jika sedang menyusui juga bisa dilakukan hal yang sama. Sayang banget, kalau hasil Let Down Reflex (LDR) pada payudara yang tidak disusui atau dipompa terb...

Breastpump Unimom Mezzo

Gambar
Hebat, lho, pompa ASI ini. Dengan harga yang relatif paling murah dibanding merek lain, tapi bisa memberikan hasil optimal untuk menyetok ASIP. Saya membelinya setelah melihat di beberapa blog dan forum banyak ibu-ibu yang merekomendasikannya. Saat saya beli harganya 250 ribu. Nah, bandingin, deh, harganya dengan pompa ASI manual merek lain yang harganya lebih tinggi. Unimom buatan Korea memang terbilang baru dibanding merek, seperti Medela atau Avent. Tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding kedua merek tersebut, saya cukup puas memakainya. Unimom versi manual ini disebut Unimom Mezzo. Beberapa fiturnya hampir serupa dengan Avent. Malah ada yang bilang Avent wanna be . :) Fitur yang paling oke menurut saya adalah silicon massager -nya. Yes, dengan adanya fitur tersebut, nipple jadi enggak sakit saat dipompa karena ada sensasi pijatan di sekitar areola, bukan sekedar ditarik saja. Selain itu, adanya penutup corong juga bikin enggak khawatir soal kebersihannya setelah...

Cerita Si ASIP

Gambar
Suatu hari di stasiun sambil menunggu Commuter Line untuk kembali ke rumah, saya bertemu teman SMA. Usia anaknya 4 bulan, sedangkan saya waktu itu masih hamil 8 menuju 9 bulan. Perbincangan kami enggak lepas dari masalah jadi ibu baru, termasuk memberikan ASI untuk anak. Itu jadi rencana saya, kalau bisa syukur-syukur sampai anak umur 2 tahun. "Sampai tetes ASI penghabisan, deh," kata teman saya yang langsung saya amini.  Menurut saya, perjuangannya untuk memberikan ASI ke anaknya patut saya acungi jempooolll yang banyak. Saat ini, dia sudah memakai jasa kurir ASI. Peras di kantor, langsung dikirim ke rumah melalui jasa kurir tersebut. Banyak yang bilang, ASI selain paling sehat juga hemat. Tapi menurut teman saya, memberikan ASI membuatnya harus ekstra mengeluarkan uang. Kurir ASI enggak murah, kan. Saat bertugas keluar kota ke Bandung, dia menggunakan jasa kurir ASI untuk mengirim ASI ke rumahnya di Depok.  "Gue baru siapin stok sebulan sebelum kerja. ...

(Jangan) Panik Jadi Ortu Baru!

Gambar
Nah, sebenarnya judul itu saya tujukan buat saya sendiri dan suami :) Saat masih hamil, segala macam info seputar kehamilan dan mengurus bayi saya lahap. Info dari baca-baca blog orang, follow akun-akun twitter yang "nge-hits" dikalangan ibu-ibu hamil dan menyusui, beli dan dibeliin segambreng buku soal gimana mencerdaskan anak dalam kandungan, buku soal merawat bayi baru, bla bla bla.... Niatnya, biar enggak kagok begitu adek bayi lahir. Sip! Boleh dibilang mudah jadi orang tua baru zaman sekarang. Asal kita aktif, semua info bisa kita tahu dari segala jenis media. Kalau dulu mah, manut aja sama petuah orang tua atau orang yang dituakan yang sudah punya pengalaman. Sekarang? Enggak bisa lagi kayak gitu. Malah, bisa jadi si calon orang tua baru jadi lebih "sok" tahu dibanding orang tuanya sendiri dalam hal mengurus anak. Padahal pengalaman nol besar. Apa itu masalah? Enggak kok. Dengan derasnya info yang saya dapat, seenggaknya saya jadi merasa lebih tenang, ...